300 Proyek Penelitian Virus Corona SARS-CoV-2 Berlangsung di 39 Negara
Negara Terbanyak Melakukan Penelitian Virus Corona SARS-CoV-2 adalah China dengan 60 Penelitian
Disusul Amerika Serikat dengan 49 Penelitian dan Perancis dengan 26 Penelitian
Pakar dan ilmuwan berlomba menemukan obat dan vaksin Virus Corona SARS-CoV-2 pemicu pandemi Covid-19.
Hingga Rabu (8/4/2020), virus yang kali pertama terdeteksi di Wuhan China Desember 2019, sudah menginfeksi 1.431.973 orang dan merenggut nyawa 82.085 orang.
Di Indonesia hingga Rabu (8/4/2020) sore, pemerintah menyatakan secara total ada 2.956 kasus Covid-19 di Tanah Air.
Dengan demikian, terjadi penambahan 218 pasien dalam 24 jam terakhir dari seluruh rumah sakit di Indonesia.
Sebanyak 18 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh hingga total pasien Covid-19 sembuh ada 222 orang.
Sedangkan 19 pasien yang meninggal dunia setelah mengidap Covid-19 hingga total yang meninggal menjadi 240 kasus.
Indeks Penelitian Virus Corona, diluncurkan oleh Finbold.com, telah mengidentifikasi hampir 300 proyek penelitian Virus Corona SARS-CoV-2 yang sedang berlangsung di 39 negara.
Melansir South China Morning Post, China melakukan 60 penelitian, diikuti Amerika Serikat dengan 49 penelitian, 26 penelitian di Perancis, menurut situs ClinicalTrials.gov yang berbasis di AS.
Negara-negara ini sedang melakukan upaya terbesar dalam memahami dan membongkar virus corona, sehingga membantu menemukan cara yang efektif untuk mengobati penyakit ini,
''Namun, banyak negara 'masih jauh ketinggalan dalam penelitian virus corona'," kata Idas Keb, pendiri Finbold.
''Indeks menunjukkan 'beberapa korelasi antara negara-negara yang memiliki kasus Covid-19 terbanyak dan jumlah studi medis'.''
"Namun Spanyol, yang berada di urutan kedua dengan jumlah kasus virus korona yang dikonfirmasi, tidak berada dalam lima negara teratas dalam indeks penelitian," kata Keb.
Sebaliknya, Spanyol - yang melakukan 12 studi - berada di peringkat keenam pada indeks, setelah Italia dan Kanada, masing-masing dengan 25 dan 13 proyek penelitian.
Maret 2020, otoritas riset dari 12 negara, termasuk AS, Italia, dan Korea Selatan, mengeluarkan pernyataan mendesak korporat penerbit makalah akademik untuk membuat semua informasi yang relevan tersedia dan terbuka, cepat, menandakan pentingnya riset dalam membantu memerangi pandemi Covid-19.
Indeks Penelitian Coronavirus juga mencantumkan judul dan status penelitian, lembaga yang terlibat dan intervensi yang diadopsi untuk membantu mengelola pandemi.
Selain makalah sistem peer-review pada ClinicalTrials.gov - basis data uji klinis terbesar di dunia - para ilmuwan di seluruh dunia telah mendesak untuk publikasi lebih banyak temuan awal pada server pracetak seperti bioRxiv dan medRxiv, sejak awal virus corona mewabah.
Sudah ada 1.320 artikel yang diterbitkan di kedua platform, beberapa di antaranya telah menimbulkan kontroversi karena kurangnya peer review, sebuah proses yang bisa memakan waktu berbulan-bulan tetapi dianggap penting untuk mempertahankan kesahihan penelitian.






0 Komentar